Dana DAK Pendidikan SelaarDan Penyaluran Dana Bos TA 2010 Hinggasaat Ini Belum Rampung, Di sinyalir Konsultan Banyak Tahu Terlibat Dalam Pelelangan Proyek Tersebut Sebuah rumah terbakar dijalan W.R Supratman Benteng Selayar, api di duga berasal dari sebuah tungku masak yang tidak dimatikan oleh pemilik rumah. Kerugian di taksir jutaan rupiah, tidak ada korban jiwa Pekerjaan Lapangan Belum Rampung 100%, Panitia Lelang DAK Pendidikan TA 2010 Di Sinyalir Kuat Tidak Melaksanakan Tahapan Survey Rekanan Calon Pemenang" Seorang PNS di pengadilan negeri selayar melaporkan BRI Selayar akibat atm miliknya terdebet tanpa bukti slep yang di tariknya dari mesin anjungan tunai mandiri BRI Selayar Upacara Hari Pramuka 14 Agustus 2011 diperingati Di Kabupaten Kepulauan Selayar dengan pelaksaan apel Pramuka yang di hadiri oleh Bupati Kepulauan Selayar sebagai Pembina Upacara Oknum Petugas Jagawana Di Informasikan oleh warga Jinato Kec.Takabonerate Nyaris Tewas Di amuk Massa akibat melakukan pungutan di wilayah tersebut Proyek DAK Pendidikan TA 2010 Selayar dalam pengadaan Buku Dan Alat Peraga belum rampung sementara dana proyek tersebut telah cair dan telah dilaporkan selesai, FPS : hal ini sama saja pembohongan Keluarga korban pembunuhan di Bonto Datara Selayar meminta Proses penyelidikan pihak berwajib atas kematian yang tidak wajar terhadap korban di kebun dengan alasan dipatok ular atau diamuk sapi ternak milik korban di lanjutkan karena Keluarga Korban sampai saat ini masih belum tahu penyebabnya Gadis berusia kurang lebih 19 Tahun berinisial S" asal Desa Jinato Kecamatan Takabonerate Kabupaten Selayar mendapat perawatan medis di Bagian Kebidanan RSUD Selayar (kuret kandungan yang di infokan usia 5 bulan)pada hari Minggu 31/7 lalu mendapat sorotan serius dari pemuka agama di Benteng Selayar Polres Selayar Temukan 2000 liter premium di gudang dalam area agen pertamina Barugaiya Kecamatan Bontomanai Selayar Pemberangkatan Kapal Fery KMP.Belida yang melayari selat selayar dari pelabuhan Pamatata tujuan pelabuhan Bira dengan muatan Bus penumpang dan barang hingga saat ini masih tertahan dipelabuhan Pamatata akibat tingginya gelombang di Selat Selayar dan cuaca buruk yang tidak dapat diprediksi Ratusan Guru dikecamatan Benteng Selayar hingga saat ini belum terima kekurangan 5% gaji mereka yang seharusnya terbayarkan sejak awal tahun 2011 Sebanyak 3 Ruangan di SMK 1 Benteng Selayar di Bonea, terpaksa melakukan proses belajar tanpa bangku dan meja layaknya siswa sekolah lainnya. Siswa terpaksa melantai bersama guru pengajar Hasil GP Sirkuit Laguna Seca Amerika Senin (25/7) 2011, 1. Casey Stoner (Repsol honda),2. Jorge Lorenzo ( Yamaha), 3 Dany Pedrosa (Repsol Honda) sementara The Doctor Valentino Rossy Di urutan ke 6 Forum Peduli Selayar telah menyampaikan kepada pimpinan TNI di jakarta melalui email terkait adanya hal yang bisa saja mencoreng nama TNI di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam permasalahan ketegangan yang terjadi di tengah tengah keluarga Purnawirawan TNI Selayar karena Adanya perintah Dandim untuk mengosongkan lahan perumahan mereka FPS Mendukung pernyataan sikap yang menyayangkan adanya lembaga yang mengetahui atau bisa berkomunikasi dengan buronan pihak berwajib namun tidak melaporkannya FPS: Wakil rakyat selayar malahmendukung kodim untuk biaya dengan menyampaiakn bahwa dewan akan minta kepada Bupati untuk bantu pak Dandim" Hari ini 10 keluarga Purn.TNI mendatangi DPRD Selayar Untuk mengadukan Dandim 1415 Selayar yang dinilai tidak berperasaan Keluarga Purnawirawan TNI Kodim 1415 Selayar yang menerima ancaman rumahnya akan di gusur paksa mendatangi wakil rakyat di DPRD Selayar selanjutnya mengadukan hal tersebut ke Komisi A Kepala Desa Appatanah Kec.Bontosikuyu diperiksa Polsek Bontosikuyu terkait anggaran desa yang di duga fiktif dan anggaran bantuan dari bank dunia Korupsi dengan modus investasi dan kerjasama swasta dengan pemerintah daerah di sinyalir terjadi di kabupaten kepulauan Selayar Keberadaan Kapal latih SMK Kelautan Selayar Dipertanyakan Keberadaannya FPS Siap Layangkan Surat resmi permintaan data kasus dugaan korupsi yang telah diterima oleh penyidik kepolisian dan penyidik kejaksaan negeri Selayar yang hingga saat ini masih dalam penanganan Radio Milik Pemkab Selayar yang didanai oleh APBD Selayar melakukan sejumlah penjualan jasa yang tertuang dalam DPA sejumlah SKPD sehingga diduga kuat telah terjadi duplikasi anggaran yang berbau korupsi

Manipulasi Nilai UN Kena Sanksi

Written By Indonesia 24 Jam on Senin, 11 April 2011 | 4/11/2011 12:58:00 PM

Sekolah yang mencoba melakukan manipulasi nilai siswa peserta Ujian Nasional di Provinsi Sulawesi Barat, akan diberikan sanksi tegas oleh pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulbar, Jamil Barambangi di Mamuju, Minggu, mengatakan, Diknas Sulbar telah menghimbau kepada setiap sekolah di Sulbar untuk tidak melakukan manipulasi terhadap nilai siswa peserta Ujian Nasional (UN).

Ia mengatakan, pihaknya telah menghimbau kepada setiap sekolah yang ada di lima Kabupaten di Sulbar untuk tidak melakukan manipulasi data UN, baik manipulasi yang sifatnya dapat merugikan atau menguntungkan siswa, karena itu bertentangan dengan aturan pelaksanaan UN.

"Kalau ada yang sekolah yang mencoba melakukan manipulasi nilai kelulusan dan hasil ujian siswa peserta UN di Sulbar, baik itu yang akan merugikan siswa atau menguntungkan siswa maka akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,"katanya.

Oleh karena itu ia mengatakan, setiap sekolah pelaksana UN di Sulbar diminta untuk jujur dalam memberikan nilai para siswa sesuai dengan prestasi yang didapatkannya, dan tidak merekayasa dengan situasi dan alasan apapun.

Menurut dia, sistem penilaian siswa pada pelaksanaan UN kali ini, berbeda dengan tahun sebelumnya karena selain nilai UN yang didapatkan siswa, faktor nilai kelulusan UN siswa di Sulbar juga akan ditentukan atau ditambah dari nilai yang didapatkan siswa disekolahnya mulai semester tiga dan semester lima.

Ia mengatakan, meski manipulasi nilai UN siswa kecil kemungkinan terjadi karena nilai siswa disekolah mulai semester tiga sampai semester lima telah diserahkan ke lembaga pusat penilaian pendidikan (Puspendik) untuk dilakukan penilaian dalam rangka menentukan kelulusan siswa di UN.

Namun kata dia, pihaknya tetap berusaha meminimalisir terjadinya manipulasi nilai UN yang besar kemungkinan masih dapat dilakukan pihak sekolah pelaksana UN.

"Meski manipulasi nilai siswa akan sulit terjadi karena nilai siswa disekolah yang akan ditambah dengan nilai UN untuk menentukan kelulusan siswa di UN, telah diserahkan kepada Puspendik, namun manipulasi nilai siswa tetap kami waspadai terjadi karena kemungkinan itu ada yang akan dilakukan sekolah,"katanya.

Barambangi mengatakan, penilaian mengenai kelulusan siswa disekolah akan diawasi ketat karena pihaknya berusaha untuk membuat pelaksanaan UN di Sulbar dapat berkualitas tanpa ada manipulasi nilai.

"Pemerintah di Sulbar ingin mewujudkan pelaksanaan UN yang jujur dan berkualitas sehingga manipulasi nilai siswa diawasi ketat dan tidak boleh dibiarkan terjadi,"katanya. (ANTARA News) -

Ditemukan 2 Situs Pekuburan Tua Di Papua


Balai Arkeologi Jayapura menemukan dua situs penguburan prasejarah di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Peneliti Balai Arkeologi Jayapura, Rini Maryone, di Jayapura, Senin, mengatakan, dua situs penguburan tersebut ditemukan di Kampung Kabiding, Distrik Oksibil dan di Kampung Wanbakon, Distrik Serambakon.

"Penemuan ini jelas sangat menarik, karena dengan ditemukannya dua situs penguburan itu menunjukan, adanya perbedaan tradisi di daerah pegunungan," katanya.

Dia menilai, tradisi penguburan prasejarah di dalam gua pada suku-suku di Kabupaten Pegunungan Bintang sangat berbeda dengan tradisi penguburan di daerah Pegunungan Tengah lainnya. Misalnya di daerah Wamena pada Suku Dani dan di daerah Tolikara dimana mereka mengenal tradisi pembakaran mayat.

Dalam penelitian tersebut ditemukan juga jenis alat batu yang terdiri dari alat serpih, kapak persegi dan alat serut yang ditemukan di dalam gua dan di luar gua.

"Jika dilihat dari jenis alat yang ditemukan menggambarkan tradisi prasejarah berburu dan meramu," paparnya.

Selain dua situs penguburan, ujarnya, Balai Arkeologi juga berhasil menemukan satu situs gua prasejarah yang berkaitan dengan pemujaan di Kampung Okmakok, Distrik Oksibil.

Menurut ia, penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian lanjutan di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Menanggapi hal itu, Dirinya berharap, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pegunungan Bintang dapat mengembangkan situs-situs tersebut sebagai objek pariwisata.

"Situs yang ditemukan jelas memiliki nilai budaya yang sangat tinggi dan layak dijadikan objek wisata. Untuk itu, sangat diharapkan masyarakat yang tinggal di sekitar situs dapat menjaga dan melestarikan situs tersebut", kata Rini Maryone(ANTARA News) -

Pemerintah Didesak Agar Bebaskan ABK yang Disandera Pembajak Somalia

Pemerintrah agar mengambil langkah untuk membebaskan puluhan anak buah kapal (ABK) Sinar Kudus yang disandera oleh perompak Somalia, kata Guru Besar Hukum Internasional FHUI, Hikmahanto Juwana.

"Instansi pemerintahan terkait harus memimpin dan menentukan langkah-langkah untuk pembebasan para ABK yang disandera," katanya melalui siaran pers, di Jakarta, Senin.

Selain itu, instansi pemerintahan terkait juga harus mengetahui status negosiasi yang dilakukan oleh Samudera Indonesia sebagai pemilik MV Sinar Kudus dengan para pembajak. Dalam langkah ini perlu diketahui kemampuan Samudera Indonesia dengan pihak asuransinya,

Ketiga, memastikan tidak adanya saling lempar tanggung jawab yang berakibat tertundanya proses pembebasan mengingat setiap menit mempunyai arti dalam pembebasan para ABK.

Perwakilan Indonesia di Somalia, lanjut dia, juga harus segera menyiapkan langkah-langkah antisipatif ketika ada pembebasan para ABK, yakni melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pemerintah setempat.

"Bahkan juga harus dipikirkan status dari kapal yang dirompak. Apakah akan melanjutkan perjalanan dengan awak baru atau kembali ke Indonesia," kata Hikmahanto.

Pemerintah juga harus mengkomunikasikan berbagai informasi yang tidak bersifat rahasia kepada masyarakat.

"Ini perlu dilakukan agar publik bisa memahami bahwa pemerintah melakukan upaya yang maksimal dalam upaya pembebasan warga negaranya. Jangan sampai 25 hari sejak perompakan terjadi, pemerintah terkesan tidak banyak melakukan berbagai upaya di mata publik," tuturnya.(ANTARA News) -

Berita Terkini Terkait Kontroversi Pembangunan Gedung DPR RI

Kesan modern dan futuristik tidak hanya terlihat dari modelnya tapi juga sky bridge di puncaknya. Sepintas maket gedung berbentuk U terbalik berlantai 36 itu memang seperti hotel bintang lima.

Siapa sangka itu gedung wakil rakyat di negara yang pendapatan perkapitanya pada 2010 mencapai 2.963 dolar AS itu atau posisi 109, masih dibawah Fiji, apalagi dibanding Malaysia dan Thailand.

Gedung yang dari rancangannya sudah terlihat amat mewah itu akan menjadi tempat kerja para anggota dewan untuk beberapa tahun mendatang.

Kontroversi kemudian menyelimuti rencana pembangunannya. Banyak kalangan yang menentangnya, tak terkecuali dari wakil-wakil rakyat sendiri. Empat fraksi --Gerindra, PDIP, Hanura dan PAN-- bahkan telah menolaknya.

Lalu bagaimana sih pandangan rakyat sendiri mengenai soal ini?

Sepekan lalu, ANTARA News menemui masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan pandangan mereka atas rancangan pembangunan gedung baru tersebut. Asumsi kami, mereka kan rakyat, dan yang di sana itu wakil rakyat. Sederhananya, kami ingin mendapatkan kesesuaian suara antara rakyat dan wakilnya.

Beberapa yang kami temui menanggapi kritis rencana. Beberapa lainnya bahkan menolaknya. Tetapi, ada yang sama sekali enggan mengomentarinya. "Malas ah...nggak pernah didengar!" kata salah seorang dari mereka.

Boim Wong (31), tukang ojek, mengaku tak pernah mendengar dan mengetahui rancangan gedung baru DPR tersebut.

Namun dia tahu gedung baru DPR itu akan menghabiskan dana negara RP1,2 triliun. Boim, seperti kebanyakan masyarakat sekalangannya, mengusulkan uang itu digunakan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

"Emang DPR nggak ada urusan lain selain membangun gedung baru ya?" katanya kepada kami di sebuah sudut di mana dia biasa mangkal.

Boim masih mau diajak berpendapat, tapin Muhammad Surip (46) yang sehari-hari menjual makanan rempeyek guna menyambung hidup, sama sekali tidak peduli. Pokoknya, tidak ingin tahu apa yang terjadi dengan politikus senayan, katanya.

"Saya tidak tahu apa-apa, ngapain mikirin kerja DPR, kita sendiri masih gini-gini aja, mendingan jualan," katanya, saat kami temui di satu kompleks jajanan sampil Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta.

Tidak hanya Surip, Ayu Asfandiani (22), karyawan Pusat Perbelanjaan Sarinah juga mengaku belum pernah mendengar rencana DPR itu. Dia bahkan tidak tahu seperti apa bentuk gedung DPR yang baru itu, gedung yang justru menjadi tempat aspirasinya disampaikan wakil-wakilnya.

"Saya tidak tahu berita itu," katanya.

Tapi begitu mengetahui setriliun rupiah lebih uang akan dipakai untuk gedung itu, Ayu terperanjat dan serta merta dia menolaknya.

"Tidak setuju, titik! Mending tuh uang buat rakyat saja, bukankah rakyat kita masih pada miskin?" katanya, tepat menunjuk sejumlah pengemis yang ngumpul di satu sudut dekat Sarinah.

Sangat pesimis

Aneh memang. Banyak sekali yang tidak mengetahui gedung baru itu, padahal itu kan bakal menjadi gedung wakil rakyat. Dan mereka itu rakyat.

Tapi banyak juga yang tahu, dan mengikuti perkembangan. Salah satunya, Dadang Zaenal (44), pegawai Telkom Indonesia di Jalan Merdeka Selatan.

"Jika uangnya ada dan tidak mendesak dengan kebutuhan lainnya, ya sah-sah saja, lagipula gedung itu tidak untuk satu atau dua tahun.

Tapi, sambungnya, "Jika uang itu diperlukan untuk kebutuhan lain yang mendesak, maka rencana harus dong ditinjau ulang."

Dadang juga meminta para anggota dewan untuk lebih mendengar, mementingkan dan mengedepankan kepentingan rakyat. Dia bahkan menagih upaya DPR dalam menjelaskan akhir kasus Century yang dinilainya menguap entah ke mana.

"Kinerja DPR belum sesuai dengan harapan kami," katanya.

Dedy Sofyan (27), seorang pencari kerja dari Bekasi Timur, juga berpandangan sejurus dengan Dadang. Tapi dia sangat pesimis suara-suara rakyat seperti dirinya akan didengar wakil-wakil rakyat.

"Emang jika saya berkoar-koar gedungnya batal? Tentu tidak kan? Uang sudah ada, tanah sudah ada, tinggal apa lagi coba?" katanya.

ANTARA News juga menemui beberapa aktivis mahasiswa dari Badan Ekesekutif Mahasiswa se-Indonesia yang sedang berdemonstrasi di Bundaran Hotel, Indonesia.

Miftahuddin (23), mahasiswa Universitas Borobudur, mengaku mengatakan dia telah mengetahui rencana tersebut, namun dia menolak keras penggunaan dana Rp1,2 triliun untuk pembangunan gedung baru itu.

Dia mengkhawatirkan dana sebesar itu rawan dikorupsi, apalagi DPR belum bisa melepaskan diri dari citra lembaga yang korup. Miftahuddin menunjuk beberapa anggota DPR yang diciduk aparat hukum, termasuk KPK, sebagai indikator klaimnya itu.

Miftahuddin terbilang masih moderat, tetapi Lendi Oktapriadi, Ketua BEM Se-Indonesia, mengutarakan pandangan yang sangat keras.

Perhatikan, kata dia, rakyat diwakilkan DPR, perkataan DPR adalah perkataan rakyat. Jadi, katanya, jangan mengabaikan suara rakyat.

"Nggak usah tanya rakyat, anggotanya sendiri masih ada yang tidak setuju," sambung Lendi.

Soal Desain

Bukan hanya anggaran, rakyat biasa juga mengkritik desain gedung yang disebut mereka tidak mencerminkan filosofi keindonesiaan.

"Nggak kreatif, memang tidak ada model lain?" kata Dadang.

Sketsa gedung baru DPR itu memang hampir sama dengan gedung parlemen Chile, Congreso Nacional di Valparaiso. Ada juga yang menyamakannya dengan Monumen Arche de la Défense di Prancis.

Arsitek gedung baru DPR, Budi Asdar Sukada, langsung membantah klaim-klaim itu.

"Kami mengambil U terbalik itu dengan mengambil filosofi gerbang. Ini melambangkan DPR sebagai gerbang aspirasi rakyat menuju masa depan yang lebih baik," katanya seperti dikutip Tempointeraktif.

Tetapi masyarakat tetap memandangnya lain.

Maga Pagiling (42), warga Toraja, Sulawesi Selatan yang sedang berada di Jakarta, menyayangkan desain yang terlalu mengedepankan sisi modern, tanpa mengedepankan sisi Indonesia.

"Saya tidak melihat corak bangunan Indonesia, bukankah Indonesia memiliki banyak rumah suku," kata lelaki yang mengaku pegawai swasta ini.

Dia kecewa karena gedung baru DPR yang notabene "rumah rakyat" malah tidak memiliki bentuk, corak dan pilar gedung yang sesuai dengan gaya Indonesia.

Gedung Baru DPR di Mata Jelata

"Satupun tidak ada yang nyantol," katanya.

Penilaian sama disampaikan Firman Maulana (28), penjaga keamaman di Hotel Indonesia. Dia mengaku heran gedung baru DPR itu tidak membawa unsur-unsur etnik Indonesia.

"Mengapa tidak membuat seperti candi?" katanya.

Dia berasa lucu saat mendapat informasi bahwa gedung baru itu akan dilengkapi kolam renang. "Nggak salah tuh bang? Itu kantor atau waterboom? ha ha ha," katanya.

Firman menyambung, "Terlepas itu semua, gedung itu nggak ada taste-nya." Taste artinya "cita rasa." Kalimat yang sederhana, tapi amat menggelitik. (*(ANTARA News) - )

Mungkinkah Ada Bendahara Akan Beralasan Menjadi Korban Hipnotis ?”

Written By Indonesia 24 Jam on Jumat, 08 April 2011 | 4/08/2011 06:30:00 PM


Terkait Belum Terungkapnya Kasus Yang Menimpa Bendahara Diknas Selayar yang Sampai Saat ini Belum Terungkap .

FPS : Belum Ada Keterangan Pelapor Dan Bukti Yang Menguatkan Raibnya Ratusan Juta Dana Tunjangan Sertifikasi Guru Selayar Akibat Bendahara Di Hipnotis Penjahat.

Hingga saat ini sejumlah suara suara sumbang terkait kasus Hipnotis terhadap bendahara Diknas Kepulauan Selayar yang menyebabkan terlambatnya pembayaran tunjangan sertifikasi guru di kabupaten Selayar masih terus terdengar menjadi bahan perbincangan. malah obrola telah berkembang menjadi tidak bisanya polisi mengungkap kasus tersebut. Yang mengherankan karena setelah pemeriksaan pihak kepolsian secara marathon tidak ditemukan adanya indikasi kuat terjadi praktek kejahatan melalui ilmu serat jiwa tersebut. malah setelah pemeriksaan terungkap bahwa ternyata sang bendahara telah mengalami hal semacam ini sebanyak 5 kali di lima tempat. hal ini terungkap dari penuturan K sang bendahara Diknas Selayar saat diambil keterangannya di mapolres Selayar. K sang bendahara adalah juga istri dari seorang anggota Dprd Selayar aktif saat ini. Malah ada sejumlah pemerhati dan aktivisi Selayar menuding bahwa keterangan danfakta hasil pemeriksaan sangat tidak masuk akal bila terjadi kasus hipnotis terhadap dirinya.
Sigit S, jurubicara FPS malah menyebutkan bahwa bila aparat atau pemeriksa K sedikit lebih ketat maka semua kebohongan atas kejadia hipnotis ini dapat terungkap. Bila benar maksudnya, ujar Sigit S.
Lebih lanjut Sigit menjelaskan bahwa kejadian ini makin rumit karena lemahnya kesaksian. Yang kuat malah indikasi terjadinya tindak pidana lain.

Menurut sumber yang minta identitasnya dirahasiakan, bahwa hasil pengambilan keterangan pihak berwajib juga ditemukan keganjilan bahwa ada batu yang diperlihatkan kepada pemeriksa, namun tidak diketahui apa maksudnya. Dari hasil pengembangan informasi mengenai hipnotis yang menjadi alasan K bendahara Diknas Selayar yang menyebabkan Raibnya Ratusan juta dana negara untuk pembayaran sertifikasi guru dalam tanggungjawabnya akan digantinya, sementara ada juga informasi bahwa telah berlangsung ltt terkait kasus ini. Dimana bertemu antara pihak berwajib, Suami K, dan Bupati yang turun langsung mermberika apresiasi terhadap musibah yang menimpa jajaranya apalagi mengakibatkan terhambatnya proses pembayaran tunjangan sertifikasi guru.

Warga Makassar Peringkat 20 Pecandu Narkoba

Hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) menempatkan Makassar di urutan 20 yang warganya pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang. BNN sendiri melakukan survei tersebut pada 30 kota besar di Indonesia.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN Makassar, HA Takdir mengatakan, Kota Makassar merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang menjadi sasaran survei. Hasilnya, kota ini menyandang citra kurang baik karena masih tingginya tingkat penggunaan narkoba.
Dia menyebutkan, jumlah pecandu narkoba di Makassar saat ini sudah mencapai angka 51 ribu orang dari berbagai kalangan. Dari angka itu, remaja mendominasi.
Tingginya angka pecandu narkoba itu memungkinkan semakin meningkatnya penderita HIV/AIDS di kota ini. Menurutnya, jumlah pecandu barang terlarang itu harus menjadi keprihatinan semua warga dan harus diantisipasi penyebarannya.
Seluruh lapisan masyarakat harus mampu melakukan upaya sosialisasi dan pendekatan persuasif serta preventif kepada sesama warga agar jumlah pecandu narkoba bisa diminimalisir.
“Kita harus mengangkat dan menanamkan budaya siri’ (malu) itu pada jiwa raga kita. Apalagi, Indonesia secara global masuk dalam ranking satu prudusen ekstasi. Inilah yang harus kita waspadai di Makassar,” ucapnya.
Dikatakan Takdir, Pemkot berupaya melakukan penanggulangan dalam bidang pencegahan, penegakan hukum, terapi dan rehabilitasi.
Salah satu tugas pokok dari Lakhar BNK Makassar, menurut Takdir, adalah melakukan penyuluhan yang diharapkan mampu membina keluarga dan teman kerja secara efektif. Dengan begitu dapat diketahui secara dini situasi dimana terjadi penyalahgunaan narkoba pada lingkungan.
Wakil Walikota Makassar, Supomo Guntur mengingatkan kepada seluruh staf dan pejabat lingkup Pemkot Makassar untuk tidak coba-coba menggunakan narkoba. PNS yang terbukti terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba langsung diberi sanksi pemecatan.
“Para pejabat harus hati-hati. Sudah banyak laporan yang saya terima bahwa ada yang menggunakan narkoba. Kalau memang terbukti, saya akan beri sanksi tegas, bahkan pemecatan,” tandasnya.(BKM)

Warga Makassar Peringkat 20 Pecandu Narkoba

Hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) menempatkan Makassar di urutan 20 yang warganya pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang. BNN sendiri melakukan survei tersebut pada 30 kota besar di Indonesia.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN Makassar, HA Takdir mengatakan, Kota Makassar merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang menjadi sasaran survei. Hasilnya, kota ini menyandang citra kurang baik karena masih tingginya tingkat penggunaan narkoba.
Dia menyebutkan, jumlah pecandu narkoba di Makassar saat ini sudah mencapai angka 51 ribu orang dari berbagai kalangan. Dari angka itu, remaja mendominasi.
Tingginya angka pecandu narkoba itu memungkinkan semakin meningkatnya penderita HIV/AIDS di kota ini. Menurutnya, jumlah pecandu barang terlarang itu harus menjadi keprihatinan semua warga dan harus diantisipasi penyebarannya.
Seluruh lapisan masyarakat harus mampu melakukan upaya sosialisasi dan pendekatan persuasif serta preventif kepada sesama warga agar jumlah pecandu narkoba bisa diminimalisir.
“Kita harus mengangkat dan menanamkan budaya siri’ (malu) itu pada jiwa raga kita. Apalagi, Indonesia secara global masuk dalam ranking satu prudusen ekstasi. Inilah yang harus kita waspadai di Makassar,” ucapnya.
Dikatakan Takdir, Pemkot berupaya melakukan penanggulangan dalam bidang pencegahan, penegakan hukum, terapi dan rehabilitasi.
Salah satu tugas pokok dari Lakhar BNK Makassar, menurut Takdir, adalah melakukan penyuluhan yang diharapkan mampu membina keluarga dan teman kerja secara efektif. Dengan begitu dapat diketahui secara dini situasi dimana terjadi penyalahgunaan narkoba pada lingkungan.
Wakil Walikota Makassar, Supomo Guntur mengingatkan kepada seluruh staf dan pejabat lingkup Pemkot Makassar untuk tidak coba-coba menggunakan narkoba. PNS yang terbukti terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba langsung diberi sanksi pemecatan.
“Para pejabat harus hati-hati. Sudah banyak laporan yang saya terima bahwa ada yang menggunakan narkoba. Kalau memang terbukti, saya akan beri sanksi tegas, bahkan pemecatan,” tandasnya.(BKM)

Briptu Norman,Personil Brimobda Gorontalo Langsung Terkenal

Written By Indonesia 24 Jam on Kamis, 07 April 2011 | 4/07/2011 09:35:00 AM


Polri Terima Kasih Kepada Briptu Norman
Sempat disebut-sebut bakal terkena sanksi berat akibat aksi lipsinc dan joget India yang dilakukan, Briptu Norman Kamaru, anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Gorontalo, akhirnya bebas. Hasil pemeriksaan internal menyebut, pemuda yang gemar bernyanyi dan menari itu merekam aksi kocaknya tersebut bukan dalam jam dinas.
Meski masih mengenakan seragam polisi, penyidik menilai hal tersebut masih dalam batas kewajaran. ‘’Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata nggak pada saat jam dinas, wajar, sah-sah saja, saya rasa itu reaksi seorang polisi. Kita terimakasih juga. Karena dia ternyata penyanyi di polda itu,’’ ujar Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Rabu (6/4).

Jikapun diberi hukuman, Norman hanya disuruh mengulangi aksi bernyanyi dan menari dengan lagu India bertajuk Chaiyya-Chaiyya itu di depan pimpinan dan rekan-rekannya di Polda Gorontalo.

Seperti diberitakan, sebelumnya ulah Norman menjadi pemberitaan media setelah video lipsinc dan tariannya itu masuk YouTube. Kontan tingkahnya yang menirukan artis Boollywood Shahrukh Khan, itu menjadi pembicaran. Ini kemudian membuat Norman diperiksa kesatuannya atas dugaan pelanggaran internal. (zul/jpnn)

Kelurahan Benteng Dukung Kepulauan Selayar Menuju Kabupaten Sehat


Mari, kita dukung Kepulauan Selayar menuju Kabupaten Sehat Tahun 2011

Bagi teman-teman tentu sudah pada paham dengan program unggulan yang sudah menjadi agenda dua tahunan Departemen Kesehatan, Program Kabupaten/ Kota Sehat. Program ini mencoba, mengakomodasi dan mengkoordinasikan berbagai program di tingkat Kabupaten/kota (dengan peran aktif masyarakat), sehingga dapat sinkron dan menjelma menjadi daya ungkit besar terhadap kriteria Sehat pada segala sektor dan bidang. Dan dari sinilah muncul ide bahwa untuk mencapai kabupaten yang sehat maka perlu dibentuk Forum komunikasi yang levelnya mulai dari Tingkat Kabupaten/Kota samapai ke level Forum komunikasi tingkat Kelurahan dan Desa.

Hal ini bertujuan agar tercapai kondisi Kabupaten yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni warganya, serta dapat terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain, sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktifitas perekonomian masyarakat dan juga terbentuknya Forum masyarakat yang mampu menjalin kerjasama antara masyarakat, aparat TNI pemerintah dan pihak swasta, serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik. disamping itu juga terselenggaranya upaya peningkatan kualitas Lingkungan Fisik, Sosial dan Budaya serta prilaku dan Pelayanan Kesehatan yang dilaksanakan secara Adil, Merata dan Terjangkau dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya Kabupaten Kepulauan Selayar secara mandiri.

(Sumber : http://kelurahanbenteng.blogspot.com/2011/04/kept-health.html)

Debt Collector Rampas Mobil Kepunyaan Mahasiswa

Polisi Temukan Surat Perintah Penarikan Mobil dari 3 Leasing

(detikNews)Aparat Satuan Resere Mobile Polda Metro Jaya menyita dua mobil yang ditumpangi debt collector saat merampas mobil yang ditumpangi Satrio, mahasiswa Universitas Trisakti. Dari salah satu mobil debt collector, polisi menemukan surat perintah penarikan kendaraan dari 3 kantor leasing.

"Setelah kami geledah, kami menemukan ada surat perintah penarikan kendaraan dari dalam mobil pelaku," kata Kasat Resmob Polda Metro Jaya Kompol Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro, Jakarta, Rabu (6/4/2011).

Herry mengatakan, tiga surat perintah tersebut ditemukan dari dalam mobil Honda Freed B 1778 EFX. "Ada dari Buana Finance, ACC Finance dan SMS Finance," katanya.

Ia melanjutkan, surat perintah penarikan kendaraan yang dikeluarkan Buana Finance ditanda tangani oleh Business Manager Yudi Lesmana pada tanggal 1 Maret 2011. Dalam surat kuasa tersebut, Yudi mengkuasakan Profesional Collector, Robert Gerrits untuk menarik mobil Honda Freed bernopol B 1778 EFX dari debitur Ary K Maryulis.

Dalam surat kuasa yang diperoleh wartawan, Yudi menyatakan jika "Di manapun kendaraan itu berada dari debitur/pemilik kendaraan/pihak lain yang menguasai kendaraan pada saat penarikan untuk kemudian diserahkan kepada PT Buana Finance karena debitur telah wanprestasi/ingkar janji/lalai berdasarkan dokumen kredit"

"Diduga pelaku telah menarik mobil Honda Freed ini dari debitur," kata Herry.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar menyatakan jika debt collector tidak berhak menyita barang dari debitur.

"Utang-piutang itu kan kasus perdata, dalam hal ini, yang berhak menyita itu adalah jaksa," kata Baharudin.

(mei/irw)

Naskah Tentang Asal Usul Pulau Selayar


Asal usul masyarakat selayar memang slalu menarik dipdebatkan. tapi ada beberapa referen yg bisa mbuka jalan.
1) penyebutan 'org2 selayar' dlm buku I LAGALIGO
2) penyebutan 'selaya' dlm buku Negarakertagama yg ditulis Mpu Prapanca pd jaman Gadjah Mada
3) pnyebutan 'selayar' dlm pjanjian Bungayya (Belanda vs S.Hasanuddin).
4) penyebutan Selayar dlm klaim kesultanan Ternate.
Jika melihat pnyebutan2 tsb, mk ksimpulan kasar dptlah dikatakan bhw org Selayar itu asalnya dari daerah Luwu, Jawa, Makassar, & Ternate.

Tapi betulkah demikian?
*)Ternyata buku I LAGALIGO mengungkap pengakuan akan sdh adanya org2 Selayar saat itu.
*)Ternyata buku Negarakertagama mengungkap Selayar sbg sebuah wilayah kawasan yg tentu saja bpenghuni saat itu.
*)Pjanjian Bungayya & klaim kesultanan Ternate tmasuk baru. Jadi kurang layak dipercaya u/jd referen asal usul.
Jadi tersisa (yg memungkinkan) Luwu & Jawa.

Luwu: Yg pertama 'disepakati' u/menjadi raja pertama di Selayar a/ I MALAN IKI atau versi lain, WE TENRI DIO. Walaupun beda versi, tapi sama2 diyakini berasal dari Luwu.
Jawa: 1)di sekitar Ballabulo & Pariangan btebaran makam2 kuno yg dipercaya sbg makam org Jawa. 2)di p.Bonerate, tdapat dusun 'Majapahit'. 3)bnyak istilah/nama yg berbau Jawa: kanre jaha, pao jaha, loka jaha dll.
Mungkin bisa jd diskusi pembuka.

Cerita rakyat Selayar berawal dari kisah Panglima Lamayu


cerita rakyat selayar
Dari beberapa catatan sejarah yang ditulis orientalis, orang Selayar sejak dahulu kala sudah mengarungi perairan nusantara dan dunia. Bahkan ada catatan yang mencatat tentang orang Selayar yang sudah sampai ke Kepulauan Comoros di Afrika. Hanya saja, catatan tentang tahunnya, masih perlu diperdebatkan.

Catatan tertulis tentang orang Selayar yang bisa ditelusuri – paling tidak sampai saat ini, adalah bagaimana orang Selayar mondar – mandir antara Selayar dan Ceylan (Srilanka), Pattani (Thailand), Palawan, Sulu, Zamboanga (Philipina), dan Semenanjung Malaya (Malaysia dan Singapura).
Bahkan dalam “Sejarah Melayu” W.G. Shellabear, 1975, dituturkan, bagaimana orang Selayar melakukan perdagangan di semenanjung Malaya, terutama untuk hasil laut dan pertanian.


Dalam “Waris-Waris Daing Malibok bin Daing Mattebak” (Pertubuhan Kebajikan Keluarga Daing Malibok bin Mattebak, Negeri Johor, 2008), bahkan dijelaskan bagaimana orang Selayar, dan orang-orang dari Sulawesi Selatan “membuat” kampung di Semenanjung Malaya itu.

“Selain orang Wajo’, ada juga sedikit pendatang dari Bone, antara lain kelompok yang dipimpin oleh Daeng Pasidda’. Mereka membuka Kampung Parit Bugis yang terletak di Senggarang. Dari situ kemudian orang Bone pergi menetap ke Parit Balak. Kecuali kelompok kecil orang Bone, terdapat juga orang Bugis yang berasal dari daerah lain. Misalnya Wak Khatib Mahmud yang membuka Parit Wak Khatib dekat Ayer Baloi berasal dari Sidenreng. Sementara orang Batu – Batu, Soppeng, membuka kampung di Simpang Kiri Sungai Karang; orang Makassar di Parit Ramunia dan orang Selayar di Parit Selangor, kedua-duanya terletak di Mukim Sungai Pinggan”.

Di nusantara sendiri, orang Selayar sudah merambah hampir seluruh daerah. Tapi yang paling mengesankan, adalah, komunitas orang Selayar yang “menguasai” satu pulau, yaitu Pulau Bungin di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Pulau Bungin yang masuk dalam wilayah Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, memiliki luas kurang lebih 6 ha, dengan penduduk yang termasuk padat, mencapai 4000 jiwa.

Pulau Bungin, atau lengkapnya Bungin Sakatek, konon diambil dari bahasa Selayar, yang berarti “gundukan pasir putih di tengah laut”. Masyarakatnya, di samping berasal dari Bugis Selayar, juga berasal dari wilayah Tanete (Bontomatene).

Diperkirakan, sebelum letusan pertama Gunung Tambora pada tahun 1815, gundukan pasir putih di tengah laut sebelah utara Pulau Sumbawa itu sudah didiami oleh komunitas masyarakat Selayar. Menurut cerita rakyat Bungin – berdasarkan cerita dari kakek – nenek mereka, sebelum letusan pertama Gunung Tambora itu, Lamayu beserta keluarganya sudah mendiami pulau itu, dan selanjutnya menjadi perkampungan nelayan asal Selayar.

Cerita rakyat berawal dari kisah Panglima Lamayu – yang dipercaya sebagai penghuni pertama Pulau Bungin, yang berlayar mencari keluarganya ke Sumbawa. Dari kejauhan, dilihatnya gundukan pasir di tengah laut. Ia kemudian merapatkan perahunya, hingga kemudian menetap sampai akhir hayatnya. Keluarganya memutuskan untuk tinggal, membangun rumah permanen, dan kemudian diikuti oleh nelayan asal Selayar yang menyusul belakangan.

Pelayaran Lamayu dan keluarganya ke Sumbawa dan akhirnya menetap Palau Bungin, selain membawa peralatan rumah tangga, juga membawa dua buah bendera; salah satunya bergambar naga dan satunya lagi adalah bendera ajimat yang diyakini memiliki kekuatan magis untuk menjaga keselamatan warga masyarakat Bungin. Bahkan benda pusaka peninggalan Lamayu berupa keris “Bonto Mate'ne” masih tersimpan di rumah salah seorang keturunannya di Bungin.

Melihat ketokohan dan semangat Lamayu dalam membangun komunitasnya, sebagai rasa hormat dan kekeluargaan, Sultan Sumbawa saat itu, memberikan bendera bergambar Macan kepadanya, dan disimpan oleh keturunan ke lima Panglima Lamayu, Makkadiah (90 tahun).

Sampai sekarang, keturunan masyarakat Selayar di Pulau Bungin masih memiliki ritual adat yang masih kerap dilakukan, misalnya Tubaraki, penobatan tetuah kampung, termasuk upacara keselamatan desa dengan sebutan Ngoroh.

Parodi Selayar Tentang Melinda Dee

Dari beberapa forum beredar gambar Melinda sebelum menjalani operasi plastik dan sesudah. Terlihat Melinda dibandingkan dengan seorang wanita berkulit hitam dan berdada besar, mirip dengan ukuran dada Melinda di foto sebelah kirinya.

Gambar di atas bukan bermaksud olok-olokan dari redaksi, tapi hanya sebatas informasi yang diambil dari berbagai forum di internet.

kutip dari KL, Melinda pun juga dinikahkan dengan Gayus Tambunan, aktor kriminal penyelewengan kasus pajak yang juga populer sejak tahun lalu.


Melinda & Gayus Nikah!

Dalam undangan nikah, Melinda dan Gayus akan menikah di ruang sel Cipinang, Minggu, 1 Mei 2011 jam 09.00 sampai selesai. Tak tanggung-tanggung, tamu yang mereka undang adalah kalangan pejabat kelas A, seperti ketua KPK, Dirjen Pajak, Gubenur BI, dan beberapa pejabat lainnya.

Lepas dari kreatifitas foto lucu, parodi text pun juga beredar, ambil contoh humor terkait payudara palsu Melinda Dee.

“Dalam gelar Kasus Penggelapan uang nasabah Citibank: Ada satu hal yang bikin pusing polisi mengusut Melinda Dee alias MD (pegawai Citibank yang mencuri uang nasabah Rp17 M). Diketahui, payudara MD ternyata hasil operasi Silikon dan dibayar dari hasil kejahatan tersebut. Sekarang polisi bingung bagaimana cara menyita aset tersebut????? Dan semua orang yang pernah menikmati ‘aset’ tersebut, saat ini merasa khawatir karena bisa masuk penjara lewat pasal TURUT MENIKMATI HASIL KEJAHATAN..:p :p (hahahaah)”

Netter makin kreatif menelanjangi aktor dan aktris kriminal yang memang meresahkan publik. Nah, jika ga mau direkayasa orang-orang usil dan kreatif, don’t do the bad things!

Berita Terbaru Melinda Dee Sicantik Pembobol Citibank


Berita Terbaru Melinda Dee Pembobol Citibank, Foto – Karyawati Pembobol uang nasabah 17 M di Citibank, kini sedang menjadi topik perbincangan hangat di internet. MD mempunyai pangkat tinggi di Citibank dan bekerja di Citi Landmark. banyak yang bilang MD ini adalah RM alias Relationship manager yang membina hubungan dengan para nasabah citibank.


Kasus penggelapan dana nasabah citibank kini masih terus diselidiki oleh polisi. MD pun telah tertangkap namun sepertinya masih banyak orang yang penasaran dengan siapa itu Melinda Dee? Semenjak foto melinda dee yang seksi itu dipajang di forum terkenal indonesia, sepertinya malah lebih banyak yang berkomentar soal kecantikan dan keseksiannya. memang sih saya akui melinda dee seksi sekali terutama dada nya yang besar sekali.

Malinda merupakan karyawati Citibank senior. Diperkirakan dia sudah bekerja di bank asing itu sekitar 15 tahun.

seperti yang dikutip dari berita ekstrim, “Setahun lalu, jabatan dia Senior Relation Manager, dengan pangkat Vice President. Ini pangkat tertinggi untuk karyawan Citibank,” kata sumber yang pernah beberapa tahun bekerja di bank tersebut.

Malinda Dee pernah menjadi account officer (AO) di Citibank cabang Landmark. Para nasabahnya pejabat dan orang-orang kaya, khususnya para pengusaha pribumi. “Setahu saya, Malinda punya prestasi yang sangat bagus,” kata dia yang pernah satu kantor dengan Malinda itu.

“Dia sangat senior dan menjadi panutan di Citibank karena jago mengelola nasabah. Yang saya dengar, dia sudah bekerja di Citibank sudah 15 tahunan,” ujar sumber yang lain. Sehari-hari, dia mengantor dengan mengendarai mobil mewah. Salah satunya mobil Mercedes S 300.

Karena prestasinya, Malinda menjadi Senior Relation Manager Citigold. Jadi, dia memang khusus menangani para nasabah besar yang memiliki deposito di atas Rp 500 juta.

Selama ini, Malinda dikenal sebagai orang yang baik, murah senyum dan berbicara sangat santun. “Dia memang jago dan piawai mengelola hubungan dengan nasabah Citigold, karena memang dia sudah lama di Citibank. Cara bicaranya pelan, santun, murah senyum, baik,” ujar dia.

Karena itu, narasumber ini mengaku terkejut mendengar Malinda Dee ditahan aparat kepolisian dengan dugaan penggelapan dana nasabah. “Semua karyawan Citibank yang bekerja di Landmark, pasti kenal dia,” kata dia.

Sumber itu juga mengakui bahwa Malinda memang cantik dan memiliki postur tubuh yang menarik, meski ada informasi miring yang beredar di kalangan karyawan tentang kecantikannya itu. Usia Malinda juga masih simpang siur. “Ada yang bilang dia sekitar 37 tahun, tapi ada yang bilang sebenarnya usia dia sekitar 45 tahun. Saya gak tahu persis,” kata dia.

Mabes Polri mengungkap kasus penggelapan dana nasabah di Citibank ini pada Jumat (25/3/2011) atas laporan nasabah. Polisi telah menangkap Malinda dan menyita sejumlah barang bukti, antara lain dokumen-dokumen transaksi dan 1 unit mobil merek Hummer-3 Luxury Sport Utility B 18 DIK yang ditaksir senilai Rp 3,4 miliar.

Malinda dijerat pasal 49 ayat 1 dan 2 UU no 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU no 10 tahun 1998 tentang perbankan dan atau pasal 6 UU no 15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU no 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU no 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Citibank telah menyampaikan rilis mengenai kasus ini. Citibank menjamin perlindungan bagi nasabahnya terkait kasus penggelapan dana Rp 17 miliar itu. Citibank menegaskan semua nasabah aman dan akan diberi penggantian bagi yang dirugikan.

Foto Seksi Malinda Dee pastinya bakal makin ramai dicari orang nih. kriminal kerah putih ini memang cantik dan montok. liat saja tuh teteknya yang besar kayak balon. menurut gosip yang beredar malinda dee melakukan suntik Botoks setiap tahun di jepang dan melakukan operasi plastik untuk menjadi cantik.


Wajah MD alias Melinda Dee memang cantik. Bahkan tubuh dipoles agar tampil seksi. Wanita pembobol uang Rp17 miliar milik nasabah Citibank, mempermak wajah dan tubuhnya berkat kecanggihan operasi plastik dokter di Jepang.

Berbagai forum di dunia maya, termasuk di facebook dan twitter, menyebutkan wajah wanita MD alias Melinda Dee, 47, yang bernama asli Inong Melinda ini hasil berkali-kali operasi plastik. Tak sedikit pula yang memasang foto MD semasa muda dengan wajahnya yang manis dan polos.

Disebut-sebut, kutip dari poskota, operasi kecantikan yang tampak rapi itu tak dilakukan di Indonesia melainkan di Jepang. Bahkan, buah dadanya dibuat menonjol sehingga makin seksi. Tak heran, penampilan ibu beranak dua itu selalu terlihat fresh. Di kalangan karyawan Citibank banyak yang menebak-nebak usianya. Umumnya mengira MD lebih muda dari umur sesungguhnya.

“Padahal dua anak kami semua sudah besar. Yang sulung sudah lulus dan tinggal menunggu wisuda,” kata Agus, mantan suami Melinda pada Pos Kota setelah dimintai keterangan polisi, Selasa (30/3) malam.

Agus mengakui, MD sangat suka kehidupan yang glamour. Untuk menunjang penampilannya, MD melalukan permak wajah ke luar negeri. Untuk perawatan kecantikan sehari-hari, ia mempercayakannya pada sebuah salon di Tebet, Jaksel. “Biar senang hidup mewah, dia itu sayang sama anak-anaknya,” ungkapnya. “Setelah berpisah, saya jarang bertemu dia. Tapi anak-anak sering bertemu ibunya.”

Bagi Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, lain lagi. “Dia itu operasi semua. Dirombak wajahnya. Jadi, sebetulnya nggak cantik,” ujarnya di Mabes Polri.

Inspektorat Diperintahkan Periksa Dirut RS Labuang Baji

Written By Indonesia 24 Jam on Rabu, 06 April 2011 | 4/06/2011 11:49:00 PM

(ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan surat perintah kepada inspektorat untuk memeriksa Direktur Utama Rumah Sakit Labuang Baji Bambang Arya terkait dugaan pemukulan terhadap Wakil Ketua PDIP Sulsel Husain Djunaid.

"Gubernur langsung merespons cepat kejadian tersebut dan mengeluarkan instruksi kepada inspektorat dengan surat perintah Nomor 700/2037/Huk&HAM/2011 tentang pemeriksaan terhadap Direktur RS Labuang Baji bersama staf untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel Agus Sumantri di Makassar, Selasa.

Ia menegaskan, Pemprov tidak akan mencampuri masalah hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. "Gubernur menyesalkan kejadian tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan tim inspektorat untuk tindak lanjutnya," ujarnya.

Tim inspektorat diturunkan dengan alasan banyaknya versi yang berkembang di tengah masyarakat. "Tim sudah turun ke lapangan untuk mencari tahu kejadian sebenarnya karena ada beberapa versi," tambahnya.

Kemungkinan, lanjut dia, setelah tiga hari dilakukan klarifikasi oleh tim di lapangan, baru dilakukan pemeriksaan.

Menurut dia, jika kepala salah satu rumah sakit Pemprov Sulsel tersebut memang terbukti bersalah, pemerintah tidak memberikan pembelaan dan akan diberikan tindakan sesuai hukum yang berlaku mulai dari peringatan, sanksi disiplin, hingga pemecatan.

Media Penyiaran Orientasi Bisnis

Saat ini media penyiaran ke bisnis dan mengabaikan fungsi media sebenarnya sebagai fungsi pendidikan dan informasi kepada masyarakat.
Itu dikemukakan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel, Rusdin Tompo saat Talk show hari penyiaran di Auditorium RRI di Jl Riburane, Senin (4/4).
Menurutnya, peran media sangat penting demi membangun citra Sulsel yang saat ini cukup buruk, dengan tayangan-tayangan aksi demonstrasi yang berujung anarkis, sehingga berpengaruh kepada pengusaha-pengusaha yang ingin menanamkan investasinya di Sulsel.
Selain itu, katamya saat ini jumlah frekuensi penyiaran 270 kanal frekuensi, dan yang terisi baru 61 ferkuensi. Artinya radio di Sulsel baru mencapai 30 %, dan ini dipengaruhi masyarakat lebih memilih TV kabel, menonton TV asing, ungkapnya
Asisten II Pemprov Sulsel, Heri Iskandar saat pembukaan menandaskan, pemberitaan sejumlah media penyiaran sangat baik.
Peran media sangat penting demi memperbaiki citra Sulsel yang dikenal anarkis oleh daerah lain.
Ia juga menambahkan investor yang tadinya ingin membuka usaha takut masuk ke Sulsel. Makin banyak investor yang masuk makin banyak lapangan kerja yang terbuka.
Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, Rusli Sumara menuturkan untuk menciptakan suasana Sulsel yang tadinya dikenal brutal, pihaknya akan membuka Televisi digital Channel 37 dengan menempatkan acara objek wisata yang ada di Sulsel sehingga menarik para pengunjung masuk ke Sulsel.
Kepala LPP RRI, I Made Ardika menjelaskan untuk pencitraan Sulsel pihaknya membuka forum dialog, mulai dari mahasiswa, Pers, dan Pemerintah bahkan Dialog jejaring bagi masyarakat yang berada di luar Sulsel.
Maya, sekretaris redaksi Makassar TV yang mewakili TV Lokal mengatakan, dari pihaknya sendiri tidak pernah menyiarkan aksi demo yang berujung ke anarkisme, dan hanya menyiarkan isu yang diusung demonstran saja.
(sumber : http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=64413)

Bom ikan marak di Takalar dan Selayar


Oleh Muhlis Dachlan

Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan mencatat setidaknya ada 44 kasus ilegal fishing terjadi sepanjang tahun lalu, terbanyak di Kabupaten Takalar dan Selayar.

Kepala Seksi Pengembangan SDM dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Sulsel Masniah, mengatakan kasus yang terjadi dan tercatat masuk ke pengadilan adalah kasus bom ikan.

“Sebagian besar kasus bom ikan terjadi di perairan Takalar dan Selayar,“ ujarnya hari ini.

Dia mengatakan pelaku ilegal fishing daoat dijerat hukuman penjara enam tahun atau denda sebesar Rp1,2 miliar.

Tahun ini kata dia, dilakukan pengawasan di tingat desa nelayan. ”Kami tahun ini membentuk badan pengawas tingkat desa di kabupaten/kota yang jumlah nelayannya besar. Hal ini untuk menekan kasus ilegal fishing,” tukas Masniah.


(http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/04/bom-ikan-marak-di-takalar-dan-selayar/)

Percepatan Pembangunan Di Selayar

Bappenas Dukung Percepatan Pembangunan Selayar
Tim bappenas Kabupaten Kepulauan Selayar, Yusuf Arbi dan Hendro dari Lembaga Pengkajian Sumber Daya Manusia Bappenas, mendukung percepatan pembangunan Selayar, yang diprogramkan pemerintah saat ini.
Dukungan tersebut diungkapkan Tim Bappenas, saat melakukan peninjauan lapangan di Selayar yang di dampingi Wakil Bupati Kepulauan Selayar H Saiful Arif SH, Kepala Dinas Perhubungan Drs Dahlul Malik MH serta Kepala Bagian Humas Protokol dan PDE Gunawan Redha.
Lokasi yang dikunjungi Tim Bappenas masing masing Bandara H Aroeppala Padang, Masyarakat Nelayan Pusat Pengelolaan Air Bersih dan Gedung Lembaga Keuangan.
Tim Bappenas mendapat sambutan hangat dari pengelola Bandara H Aroeppala, Muh Nasir. Selanjutnya Muh Nasir menjelaskan secara langsung kondisi Bandara H Aroeppala.
Saat ini kata dia, akan dilakukan pelebaran bandara baik dari sisi kanan maupun sisi kiri masing masing 3,5 meter dari 23 meter menjadi 30 meter. Serta panjang menjadi 1.500 meter. Kemudian jaringan listrik yang terbentang dipindahkan menjadi jaringan bawah tanah sehingga tidak mengganggu arus penerbangan.
Lapangan Bandara H Aroppala, rencananya sudah akan didarati pesawat yang kapasitas penumpang 70 orang. Dari Bandara tim langsung menuju kawasan nelayan yang berlokasi di Padang.
Tim disambut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan diwakili Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Aguslien. Dia menjelaskan bahwa di Selayar penduduknya sebagian besar bermata pencaharian nelayan.
Alat tangkap yang digunakan perahu bagan. Hasil tangkapan ikan yang mereka dapatkan, dijual kepala usaha keramba tancap. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar akan dibuka jalur dari Tempat Pelelangan Ikan sampai di Padang yang dihuni para masyarakat nelayan. Bahkan sudah ada investor yang akan membuka usaha dibidang perikanan. Mulai dari pengadaan bibit sampai pada pembelian ikan untuk di ekspor.
Dari Padang, Tim Bappenas melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi pengelolaan air bersih yang berlokasi di Topa. Direktur PDAM Kabupaten Kepulauan Selayar, Badulu S Sos menjelaskan kepada tim bahwa saat ini, PDAM sudah melayani sekitar 2.000 pelanggang dalam Kota Benteng.
Kendala yang dihadapi pemasangan jaringan pipa bagi penduduk yang berdomisili di lorong lorong. Biaya opersional per bulan sebanyak Rp90 juta. Itu sudah termasuk biaya listrik dan solar.
Hasil survey yang dilakukan Tim Bappenas akan dipelajari untuk menjadi bahan bagi percepatan pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar, menuju masyarakat Selayar yang Maju Sejahtera dan Religius.(Sumber : Upeks)

Bappeda Selayar

Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Selayar, senantiasa memformulasikan perencanaan pembangunan dari bawah (botton up) melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kelurahan, dengan seluruh forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Lalu seperti apa langkah berikutnya yang akan dilakukan? Berikut petikan wawancara wartawan Harian Ujungpandang Ekspres Biro Kepulauan Selayar, Rizal Dg Sibunna, dengan Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs Musytari MM.
Bagaimana Anda mengawal pemerintahan bupati dan wakil bupati?
Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Kepulauan Selayar, sudah mendapat persetujuan dari Pemprov Sulsel, sehingga dalam waktu yang tidak lama lagi, akan di Perda-kan dan diharapkan mendapat persetujuan DPRD, sehingga pelaksanaan pembangunan bisa disinkronisasikan secara botton-up, sampai ke tingkat forum SKPD melalui Musrenbang kabupaten.
Bagaimana usulan program Pemkab Kepulauan Selayar ke Pemerintah Provinsi Sulsel?
Sekarang sudah ada Perda Provinsi, tentang pengembangan pembangunan Kepulauan Selayar, antara lain Selayar akan dijadikan pusat Bandar Niaga Timur, serta Selayar akan dijadikan pusat budidaya ikan karang. Semua itu didasari dengan letak geografis Selayar yang perlu perhatian khusus, dan satu satunya kabupaten yang terpisah dari daratan Sulsel.
Selain itu, usulan program tersebut harus disertai desain dan perhitungan rencana anggaran. Juga perlu diingat bahwa Bupati H Syahrir Wahab MM, pernah menyampaikan bahwa program prioritas Pemerintah Provinsi Sulsel, sudah hampir sama dengan program Pemkab Kepulauan Selayar, sehingga diperlukan koordinasi dengan pemprov.
Tahun lalu ada kegiatan pembangunan tidak jalan. Apa penyebabnya?
Keterlambatan pembangunan pada tahun 2010 lalu, salah satu diantaranya karena keterlambatan pengesahan APBD, meskipun tidak terlalu berpengaruh. Secara kualitas bahwa SDM yang mendukung juga perlu menjadi perhatian agar ketertinggalan yang ada dapat dikejar.
Apa harapannya kedepan?
Harapan kita untuk tahun 2011 ini, agar bisa mendorong langkah antisipasi dimana RPJP Pemkab kepulauan Selayar sangat sinkron dengan RPJP provinsi. Untuk RTRW, sangat berbeda dengan ranperda RPJP, dimana ranperda RTRW harus mendapat persetujuan gubernur. ()

Drs.Musytari : Sinkronkan Perencanaan Dari Bawah

Kepulauan Selayar Butuh Industri Perikanan

POTENSI perikanan Kabupaten Selayar yang sangat besar dinilai perlu untuk dikelola lebih serius. Kabupaten yang merupakan daerah paling selatan Sulsel ini perlu memiliki industri pengolahan hasil laut agar nilai tambah produksi perikanan di sana bisa memberikan hasil yang maksimal.

Hal ini diungkapkan Komisaris Utama PT Media Fajar, HM Alwi Hamu saat menerima kunjungan Bupati Selayar, Syahrir Wahab saat berkunjung ke Kantor Fajar Group di Gedung Graha Lembang Sembilan, Jakarta, Jumat 9 Juli. Hadir menyambut Syahrir, Direktur Eksekutif Institut Lembang Sembilan, Moh Rapsel Ali.

Menurut Alwi Hamu, potensi Selayar sangat besar di bidang kelautan. Hanya sayang, potensi ini belum dikelola dengan baik karena belum ada industri perikanan di sana. Seandainya ada, bisa dipastikan produksi ikan di sana akan memberikan pemasukan yang besar bagi masyarakat dan pemerintah.

Tak hanya itu, Alwi Hamu juga mengungkapkan perlunya Selayar mengembalikan komoditi yang menjadi ciri khas daerah ini, seperti jeruk Selayar. Menurut Alwi, Selayar merupakan daerah yang sangat terkenal dengan jeruknya yang khas. Hanya sayang, dalam beberapa tahun terakhir, komoditas ini sulit ditemukan di pasaran.

"Makanya, perlu upaya untuk mengembalikan jeruk Selayar yang sudah mulai sulit didapatkan. Jika Selayar mampu mengembalikan komoditas ini dan memberikan jaminan produksi yang besar, pasar jeruk impor bisa diambil alih oleh jeruk Selayar," kata Alwi.

Dalam kesempatan ini, Syahrir memaparkan potensi perikanan yang dimiliki wilayahnya. Kekurangannya adalah belum adanya industri pengolahan. Oleh karena itu, pihaknya sedang berupaya untuk menarik investasi masuk ke Selayar.

"Khusus untuk budi daya ikan laut, kami sudah mengajukan permintaan bantuan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kami berencana membuat budi daya ikan laut dalam bentuk fiber yang membutuhkan anggaran berkisar Rp 17 miliar dan itu sudah kami ajukan ke kementerian terkait," jelas Syahrir.

Menurut Syahrir, ikan laut di Selayar sangat murah dan banyak. Contohnya saja, untuk jenis ikan tuna, harga per kilogram di Selayar dijual paling mahal Rp 20 ribu sedangkan di Makassar, harga ikan tersebut bisa mencapai Rp 65 ribu per kilogramnya. Dengan demikian, perlu ada proses lanjutan seperti pengolahan untuk meningkatkan nilai produksi mereka.

Di bidang pertanian, Syahrir mengaku memang tengah mengembangkan program pengembalian jeruk Selayar. Beberapa tahun lalu, mereka sudah menanam 200 ribu pohon jeruk Selayar. Diperkirakan, produksi jeruk ini sudah bisa dinikmati tahun ini dan paling lambat 2012 mendatang.

Kilang Minyak

Syahrir juga mengungkapkan adanya niat dari pemerintah Taiwan untuk berinvestasi di sektor perminyakan di Selayar. Rencananya, perusahaan milik negara Taiwan, Chinese Petroleum Corporation (CPC) akan merelokasi kilang minyaknya di Taiwan ke Selayar. Investasi ini diperkirakan akan memakan biaya Rp 26 triliun di lahan seluas 2.000 hektare.

Menurut Alwi Hamu, CPC memang sedang mencari lahan. Mereka tidak saja berupaya memindahkan industrinya ke luar negeri tapi juga sedang berupaya mengembangkan tanaman jarak pagar yang bisa diolah menjadi minyak disel. Di Sulsel, CPC rencananya akan dikembangkan seluas 3.000 hektare. (repro.fajar/die)

New AddThis Analytics, Now With Audience Interests | AddThis Blog

Proyek Jalan Lingkar Jampea Selayar" Dipertanyakan Lsm.

Written By Indonesia 24 Jam on Selasa, 05 April 2011 | 4/05/2011 11:31:00 AM

Hingga saat ini hasil pelaksanaan pengerjaan proyek jalan lingkar jampea di kecamatan Pasimasunggu kabupaten kepulauan Selayar masih terus menjadi buah bibir warga. Pasalnya hasil pengerjaan kontraktor dalam proyek tersebut saat ini malah sangat tidak bisa dimanfaatkan oleg warga setempat.  Lebih bagus yang dulu Pak ujar Patta warga Jampea kepada media ini. Dalam kaitan pelaksanaan proyek dengan nilai puluhan Miliar ini malah pernah menjadi bahan penyelidikan pihak kejaksaan namun hingga saat ini tidak diketahui hasilnya. Menurut sumber, bahwa pelaksana proyek ini adalah orang berpengaruh di Selayar sehingga sangat sulit untuk memulai penyielidikan dan penyidikan.
Dari data dan hasil investigasi FPS yang dipaparkan pada sebuah forum wartawan selayar menyebut angka miliaran kerugian negara dalam proyek tersebut. Dan yang paling sangat menyolok adalah proyek ini tidak sesuai bestek. Sayang seribu sayang, hingga saat ini tidak ada pihak terkait yang berani menyentuh dugaan kasus korupsi miliaran rupiah anggaran negara ini.

SELAYAR TERKINI

Loading


Apakah itu aturan otomatis? - AdWords Bantuan

Proyek Swasta Daerah Kontribusi 60 M Dollar

60 Miliar Dolar dari Proyek Swasta Daerah

(ANTARA News) - Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai mitra pemerintah menggalang potensi dana sebesar 60 miliar dolar AS dari partisipasi dan kontribusi proyek-proyek swasta di daerah.

"Dana sebesar 60 miliar dollar bisa dimanfaatkan dari partisipasi dan kontribusi proyek-proyek swasta di daerah," ujar Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto usai penutupan Rapat Pimpinan Nasional Kadin di Hotel Clarion Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, Kadin bersama pemerintah telah mempersiapkan penyelenggaraan "Infrastructure Summit 2011" bulan ini dengan maksud untuk mendorong percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur diberbagai daerah.

Diungkapkannya, Kadin sebagai mitra pemerintah akan memainkan peran aktif dengan menggalang potensi dari dunia usaha untuk berpartisipasi dan berkontribusi langsung dalam proyek-proyek yang termasuk dalam rencana induk tersebut.

Sedangkan pemerintah sendiri telah meluncurkan Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi melalui enam pintu koridor ekonomi.

Enam wilayah koridor ekonomi yang dimaksud adalah Sumatera Timur, Pantai Utara Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat, dan Papua.

"Jadi fokus tim ekonomi pemerintah saat ini adalah mempercepat laju perluasan pembangunan ekonomi nasional," katanya.

Terkait dengan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan percepatan pertumbuhan wirausaha baru, Kadin telah melakukan berbagai pendekatan untuk memberdayakan UMKM dan mencetak wirausaha baru.

"Gerakan kewirausahaan nasional yang diharapkan dapat mendorong pemberdayaan UMKM dan percepatan pertumbuhan wirausaha baru," katanya.

Google's++1+Button

http://www.upfeet.com/?gclid=COz1v8PCg6gCFYcc6wodcUPTqQ

Memulihkan Informasi Sign-in - Nama pengguna

Official Google Blog: An update to Google Social Search

Popular Posts

Cari Blog Ini